- Home »
- Kencan Dengan Anjingku Bruno
On Kamis, 27 Maret 2014
Ceritanya
berawal ketika aku dan Vivi belajar bareng di rumahku. Waktu itu hanya
kami dan si mbok yang berada di rumah, karena mami dan papi ku lagi ke
bandung. Sedangkan kakakku selama mami dan papi ngga dirumah dia juga
suka pulang larut malam. "Vi, sudah jam empat nich, kita istirahat dulu yuk", ajak ku. "ok, aku juga sudah capek nich wi", kata Vivi. "O..ya dew, aku haus nich, campur ama ngantuk juga, suruh dong si mbok bikinin es sirop. "Ok..ok tuan putri", jawabku. Tidak
lama setelah aku pesan datanglah si mbok membawakan dua gelas es sirop.
Lalu kami cerita-cerita sambil ngegosipin teman-teman di sekolah. Tidak
lama kami cerita-cerita, akhirnya Vivi ketiduran, aku pergi ke luar
mengambil handuk, aku ingin mandi karena sudah sore. Sehabis mandi, aku
menuju kamar, aku masih belum berpakaian, hanya lilitan handuk yang
menutup tubuhku. Betapa kagetnya aku sewaktu
masuk kamar, kulihat si bruno anjingku sedang menjilat-jilat paha Vivi,
karena Vivi memakai rok mini, sesekali si bruno menjilat CDnya. Vivi
hanya menggeliat geliat dan sesekali merintih, mungkin dia bermimpi
sedang dicumbui pacarnya, pikirku. Lama juga tertegun aku menonton
adegan yang mendebarkan dan membuat nafasku sesak. "non.., ada telpon
dari nyonya", kata si mbok. "Achhk", aku kaget
mendengar sapaan si mbok, aku benar benar kaget, langsung saja aku
tutup pintu, dan nyuruh si mbok bilang ke mami bahwa aku lagi tidur. Lalu
aku konci pintu kamar ku, aku lepas handuk yang membalut tubuh ku. Lalu
aku kenakan bra warna biru dan CD warna biru juga. Sedangkan si bruno
aku biarin menjilat jilat dewi. Setelah selesai mengenakan pakaian dalam
ku, aku hampiri Vivi yang lagi dijilati si bruno. Aku tarik si bruno,
dia nya menggonggong, mungkin si bruno merasa terusik. Akhirnya Vivi
kebangun mendengar gonggongan si bruno. "ada apa wi", tanya Vivi keheranan ngeliat si bruno menggonggong kearahnya. Dari wajahnya juga terlihat keheranan karena ngeliat aku hanya pake bra dan CD. "akh,
ngga apa-apa", ini.. aku habis mandi, waktu mo masuk kamar si bruno
nyelonong juga, lalu aku tarik, eh malah gonggongin kamu." "Dewi kok CD aku basah nich, padahal aku ngga mimpi basah lo." "oh, ah, itu..", aku bingung juga mo jawab, nanti salah-salah malah Vivi marah banget sama aku. "ada apa wi..?", desak Vivi. Setelah lama diam, baru aku jelasin kejadiannya. Vivi kaget, aku diam takut kalo Vivi marah dan musuhin aku. Lalu ia tetsenyum, "Masa sich wi..?", Vivi ngga yakin. "Bener swer dech" jawab ku. Lalu Vivi berdiri, tanpa aku duga dia melepas t-shirtnya. "Dewi, sini..", panggil Vivi, "Ada apa vi..?" jawabku. "Tolong bukain resleting rok aku wi." Seperti
di hipnotis aku lepas resleting rok Vivi, dan aku tarik roknya.
Sekarang Vivi hanya pake bra dan CD aja. Lalu Vivi naik lagi ke tempat
tidur ku, dan berbaring, kakinya di buka lebar-lebar. "Wi, lepasin lagi si bruno", pinta Vivi, aku menatap Vivi heran. "Iya lepasin, aku pengen di jilatin lagi" Lalu
aku lepasin si bruno dan bruno pun langsung menjilat-jilat paha Vivi.
Tangan Vivi meremas-remas sprai ku, menahan geli. Dia senyum-senyum,
tapi lama-kelamaan suaranya seperti orang merintih, karena mulai
terangsang dengan jilatan si bruno. "Dewi.., tarik CD ku Wi..", rintih Vivi. Aku
langsung melepas CD Vivi tanpa diperintah dua kali. Tangan Vivi melepas
bra nya, melihat adegan itu aku juga terangsang, aku lepas juga CD dan
braku. Sekarang aku juga bugil tanpa ada sehelai benangpun menutup tubuh
mulusku, Vivi juga bugil. "Wi..suruh bruno jilatin Vagina aku, ayo wi.. ", pinta Vivi. Suaranya mulai serak, aku pegang bruno dan mengarahkan kepalanya ke Vagina Vivi. Bruno langsung menjilat Vagina Vivi. "Ooochh, achhk aooch.."suara Vivi mengerang. Matanya
sudah mulai merem, kakinya semakin terbuka lebar. Lidah bruno semakin
lincah menjilat-jilat lobang Vagina Vivi, aku melihat penis si bruno
sudah mulai keluar, warnanya kemerah-merahan. Aku angkat si bruno,
maksudku biar bruno menjilat dada Vivi. "Wi.., kenapa diangkat si bruno", tanya Vivi, "Aku mau bruno jilat dada kamu vi.. " Rupanya Vivi juga melihat penis bruno, "Wi lihat penis si bruno keluar, rupanya dia terangsang juga wi." "Iya.., jawab ku". "Sebentar Wi, aku nungging dulu", lalu Vivi nungging. "Wi, suruh bruno masukin penisnya Wi, aku mau disetubuhi si bruno" pinta Vivi. "Apa..?"tanya ku kaget. "Iya aku pengen disetubuhi si bruno" jawab Vivi. Lalu
aku angkat kaki depan si bruno, aku letakkan di punggung Vivi. aku
arahkan penisnya biar masuk ke Vagina Vivi. "Aaachh.." Vivi menjerit
kecil. "Ooochh..oochh..aaccggh." jerit Vivi membuat aku tambah terangsang. Si bruno semakin kencang mengocok penisnya ke vagina Vivi. "Vivi.., aku pengen kamu jilat Vagina ku vi, aku juga mau merasakan enaknya", pinta ku sama Vivi. "Ayo.. sayang berbaring didepan ku sayang, kata Vivi" Rupanya Vivi sudah ngga ingat apa-apa lagi, yang dia tau hanyalah kenikmatan disetubuhi bruno. "Ooochh..acchh. oohh.. enakk, penis bruno panjang dan keras..enak sekali.." kata Vivi dalam erangannya. Si
bruno semakin kencang menggenjot Vagina Vivi, Vivi juga semakin garang
menjilat vaginaku, sesekali dihisapnya cairan pelicin yang keluar dari
vaginaku. "Ooochh..aacchh," erangan Vivi semakin memburu. "Ooochhcch." erangan panjang Vivi terdengar, Vivi
tersungkur di perut ku, rupanya Vivi sudah mencapai organsme. Tapi
bruno tetap mengocok-ngocokkan penisnya, karena Vivi sudah ngga nungging
lagi jadi penis bruno nempel di punggung Vivi, dan gesekan itu hanya
dipunggung Vivi, sampai bruno juga memuncratkan cairan dari penisnya. Akhirnya
kami terbaring dan sampai ketiduran karena letih. Waktu dibangunin si
mbok, rupanya hari sudah jam sembilan malam. Malam itu Vivi nginap di
rumah ku, dia nelpon ke maminya, untuk minta izin nginap di rumah ku.
Waktu mau tidur malam kami cerita-cerita mengenai pengalaman yang baru
pertama kali kami alami, dan buat janji ngga diceritain keorang-orang.
Biar Vivi yakin aku ngga cerita ke orang-orang, Vivi minta aku
bersetubuh dengan bruno besok hari. Keesokan
harinya waktu pulang sekolah aku diajak Vivi kerumahnya, untuk minta
izin ke maminya mo nginap dirumah ku lagi, sekalian mengambil baju
seragam sekolah, karena hari ini Vivi pake baju seragam sekolah ku.
Sorenya aku dan Vivi naik taxi ke rumah ku. Sampai dirumah kami mandi
berdua, setelah mandi aku disetubuhi bruno seperti bruno menyetuBHi Vivi
kemarin. Akhirnya kami ketagihan disetubuhi bruno. jika Vivi lagi nafsu
dia nginap dirumah ku, dan malamnya bruno menyetubuhi Vivi. Tapi kalo
mami ku di rumah kami ngajak bruno jalan-jalan dengan mobil, di mobil
bruno menyetubuhi Vivi. Kadang-kadang aku disetubuhi bruno di mobil. Perbuatan
itu kami lakukan sampai akhirnya bruno mati kelindas mobil waktu kami
ngajak jalan-jalan ke taman, bruno lepas dan lari ke jalan lalu datang
mobil dengan kecepatan tinggi melindas bruno. Setelah bruno mati, untuk
melepas hasrat, kami melakukan berdua, tapi kami ngga lesbi tulen lo,
karena kami juga punya pacar. Begitulah kisahku.., sekarang aku sudah
kuliah semester empat. Salam sayang buat Vivi yang sudah pindah ke jakarta
